Jumat, 20 Maret 2009

RESUME PIDATO Ir. SOEKARNO DALAM SIDANG BPUPKI I PADA TANGGAL 1 JUNI 1945

  Usulan dasar negara dalam sidang BPUPKI pertama pada tanggal 1 juni adalah pidato dari Ir. Soekarno, yang disampaikannya dalam sidang tersebut secara lisan tanpa teks. Beliau mengusulkan dasar negara terdiri atas lima prinsip yang rumusannya adalah sebagai berikut:
1. Nasionalisme (kebangsaan Indonesia)
 bukan kebangsaan dalam arti sempit, bukan chauvinisme, namun bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusia yang menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh Allah SWT, tinggal di kesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung Sumatera sampai Irian. 
2. Internasionalisme (peri kemanusiaan)
 bukan kosmopolitisme, namun menuju kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.
3. Mufakat (demokrasi)
 syarat mutlak untuk kuatnya Negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan.
4. Kesejahteraan sosial
 tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia Merdeka.
5. Ketuhanan Yang Esa (Ketuhanan Yang Berkebudayaan)
 hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat Indonesia hendaknya ber-Tuhan secara berkebudayaan, yakni dengan tiada “egoism-agama”. Dan hendaknya Negara Indonesia satu negara yang ber-Tuhan.
Lima prinsip sebagai dasar nagara tersebut oleh Ir. Soekarno diusulkan agar diberi nama “Pancasila” atas saran dari teman beliau ahli bahasa. Berikutnya menurut Ir. Soekarno kelima sila tersebut dapat diperas menjadi “Tri Sila” yang meliputi:
1. Sosio-nasionalisme (kabangsaan & peri kemanusiaan)
2. Sosio-demokrasi (demokrasi & kesejahteraan)
3. Ketuhanan
Berikutnya beliau juga mengusulkan bahwa “Tri Sila” tersebut juga dapat diperas menjadi “Eka Sila” yang intinya adalah “ gotong-royong”.
Beliau mengusulkan bahwa Pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia atau “Philosophische grondslag” juga pandangan dunia yang setingkat dengan aliran-aliran besar dunia atau sebagai “weltanschauung” dan di atas dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia.
 menurut Ir. Soekarno Pancasila adalah “philosophische gronslag” yaitu fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat, yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.
 menurut Ir. Soekarno merdeka adalah “political independence”, “politieke onafhankelijkheid” tak lain dan tak bukan ialah satu jembatan, satu jembatan emas bahwa di seberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.
 di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita.
 di dalam Indonesia merdeka itulah kita menyehatkan rakyat kita
 untuk menyusun, mengadakan, mengakui, satu negara yang merdeka, tidak diadakan syarat yang neko-neko. Syaratnya sekedar bumi, rakyat, pemerintah yang teguh, ini sudah cukup untuk internationaalrecht, kemudian diakui oleh salah satu negara yang lain.
 kita hendak mendirikan suatu negara “semua buat semua”. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya, tetapi “semua buat semua”.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kritik dan saran anda akan sangat bermanfaat, terima kasih